Cari Blog Ini

Memuat...

Kamis, 04 Februari 2010

CARA MENCARI ARAH KIBLAT

Kiblat adalah arah hadap seseorang sedang shalat, sehingga semua gerakan tubuhnya seslalu mengarah ke jurusan, yaitu ke arah banngunan ka'bah(baitullah di masjidil haram, kota Makkah.menghadap kiblat merupakan syarat sahnya shalat, dalil syai yang ada antara lain: (Al Baqarah : 144)
'Sungguh kami (sering melihat mukamu menengadah langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu yang kamu sukai.Palingkan mukamu ke Masjidil haram. Dan dari mana saja kamu (berada), maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu.Sesungguhnya ketentuan itu beber-bener sesuatu dari Tuhanmu.Dan Allah sesekali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

PENENTUAN KIBLAT DENGAN MENGGUNAKAN KOMPAS
(sumber : penepatan kiblat-2007, TN)
I. MAGNETIS BUMI
Bumi merupakan benda bulat dimana bekerja gaya – gaya magnet, atau merupakan magnetosfer.Sehingga dapat dibayangkan bumi merupakan magnet raksasa dari kutub utara sampai kutub selatan ataumempunyai simpangan sebesar 1.200km.Pengaruh magnetisme kutub utara dan kutub selatan dipisahkan oleh ekuator magnet.

II. ASIMUT MAGNETIS DAN ASIMUT GEOGRAFIS
Dalam melakukan pengukuran biasanya kita mengenal dua asimut yaitu asimut magnetis dan asimut geografis.Keduanya mengalami penyimpangan arah yang disebut dengan Deklinasi Magnetis.Harga deklinasi mengalami perubahan tiap tahun yang bias diperoleh dari BMG.

III. KONVERSI AZIMUT MAGNETIS MENJADI AZIMUT GEOGRAFIS
Kompas dapat digunakan untuk mengukur asimut suatu garis sehngga yang didapatkan berupa asimut magnetis.Sedangkan dalam penggunaanya unuk menegtahui arah kiblat kita menggunakan azimuth geografis, yang mana asimut magnetis yang kita dapat kita koreksikan terhadap harga deklinasi magnetis yang tentunya harus sesuai dengan prosedur pengkoreksian.Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :
1. Tentukan Koordinat K(lintang dan bujur) yang akan dihitung.
2. Plotkan lokasi titik tersebut diatas peta deklinasi magnetis yang masih berlaku pada periode awktu tersebut.
3. Setelah tiik tersebut diplot, selanjutnya perhatikan nilai deklinasi magnetis pada 2 isogon disekitar titik tersebut(∂1 dan ∂2).Demikian pula 2 garis nilai perubahan deklinasi magnetis tahunan disekitarnya.(A1 dan A2).
4. Ukur jarak melalui titik K kedua isogo tersebut, missal D dalam cm.
5. Ukur jarak titik K keisogon tersebut misalnya D1.
6. Ukur jarak perubahan deklinasi tahunan misalnya d cm.
7. Ukur jarak titik K kegaris perubahan deklinasi yang pertama, misalnya d1.
8. Hitung nilai deklinasi magnetis dititik P pada awal tahun ∂ dari awal berlakunya periode peta tersebut (T1).

∂=∂1+D1/D).( ∂1-∂)

9. Hitung perubahan nilai deklinasi tahunan dititik P pada tahunawal (∂) dari periode berlakunya peta tersebut. (Tahun T1).
A=A1+(d1/d).(A2-A1).

10. Maka nilai deklinasi magnetis dititik P pada tahun pengaamatan (misalnya tahun T) :

∂T=∂+(T-T1).A
(Jika arak kemiringan isogon dan garis perubahan deklinasi sama).
∂T=∂-(T-T1).A
(Jika arak kemiringan isogon dan garis perubahan deklinasi berbeda).

11. Setelah harga deklinasi magnetis dititik K diperoleh, maka pengamatan untuk menentukan arah kiblat dititik K dapat dilaksanakan. Caranya dengan menggunakan kompas dititik K, dan ditunggu hingga jarum kompas seimbang, selanjutnya berdasarkan harga asimut geografis dititik K yang dihitung dengan rumus :

tan Ak = sin A lamda/sin Qp.cos Al lamda- cosQp.tanQk

Ak = asimut arah kiblat
A lamda = beda harga bujur antara ka’bah dengan pengamat
Qp = lintang pengamat
Qk = lintang ka’bah
K = posisi ka’bah
P = pengamat

12. maka arah kiblat dapat direkonstruksi dengan kompas, dan dengan memberikan koreksi sebesar harga deklinasi magnetisnya.(Kompas yang digunakan adalah kompas yang bebas dari atraksi local , misalnya Kompas SUUNTO).